Showing posts with label Software. Show all posts
Showing posts with label Software. Show all posts

Saturday, February 10, 2018

5 Aplikasi Membuat Game Tanpa Perlu Bisa Coding




Ingin membuat game tapi tidak mengerti bahasa pemrograman? Tidak perlu kecil hati, karena sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa membantumu membuat game meski tanpa bisa coding. Kamu tetap harus menyediakan aset grafis dan suara sendiri, namun setidaknya aplikasi-aplikasi tersebut bisa meringankan beban kerjamu.
Tergantung dari game seperti apa yang ingin kamu buat, aplikasi pembantu yang harus kamu gunakan bisa berbeda-beda. Memang kamu tidak akan bisa membuat game super kompleks seperti Final Fantasy XV, tapi untuk game yang lebih sederhana, lima aplikasi di bawah bisa kamu coba.


TyranoBuilder Visual Novel Studio



TyranoBuilder Visual Novel Studio adalah salah satu aplikasi pembuatan visual novel paling populer saat ini. Dengan TyranoBuilder, membuat visual novel jadi semudah drag and drop aset dan teks di layar, layaknya menyusun slide presentasi di Microsoft PowerPoint. Karena tidak butuh coding, kamu jadi bisa fokus pada pembuatan cerita sebagus mungkin.
Meski bisa digunakan dengan drag and drop saja, TyranoBuilder juga menyediakan fitur scripting bernama TyranoScript untuk pengguna mahir. Visual novel yang kamu buat nantinya bisa kamu compile dan rilis untuk Windows, MacOS, iOS, Android, serta browser web yang mendukung HTML5.

Construct 2

Bila kamu ingin membuat game yang seru namun tidak terlalu rumit, Construct 2 adalah pilihan tepat. Construct 2 merupakan aplikasi pembuat game yang secara khusus fokus pada game 2D, seperti platformer, puzzle, atau shooter. Seluruh objek dan perilakunya di layar bisa kamu atur dengan antarmuka drag and drop yang intuitif dan mudah digunakan.

Kelebihan utama Construct 2 dibandingkan aplikasi lainnya adalah kamu bisa menggunakannya secara gratis untuk keperluan nonkomersial. Tapi bila ingin membuat game untuk dijual, kamu harus membayar lisensi tergantung dari berapa banyak keuntungan yang kamu dapat.

Baca selengkapnya

Friday, February 9, 2018

Menjalankan Dua Nomer WhatsApp Dalam Satu Smartphone



Apabila kamu mempunyai dua nomor yang aktif, namun ingin menggunakan dua account whatsapp dalam 1 smartphone, ada cara untuk melakukannya. Aplikasi whatsapp sendiri tidak mengijinkan user untuk menggunkan multiple account, oleh sebab itu kamu perlu menginstal third-party apps. Berikut caranya:
1. Buka Google Play Store, kemudian ketik “Parallel Space” dan tekan enter.
2. Klil Install dan setelah selesai klik “Open”.
screenshot_20170104-212915
3. Klik “Start”.
screenshot_20170104-213135
4. Kemudian pilih aplikasi yang mau kamu tambahkan ke parallel space. Selain Whatsapp, kamu juga bisa menambahkan multiple account untuk aplikasi lain yang ada di smatphone kamu. Setelah selesai memilih, klik “Add to Parallel Space”.
screenshot_20170104-213518
5. Kemudian klik aplikasi “Whatsapp”. Apabila kamu ingin menambahkan aplikasi lainnya klik icon “+”.
screenshot_20170104-213744
6. Klik “Agree and Continue” untuk melanjutkan. Kemudian masukkan no handphone tambahan yang mau gunakan sebagai account whatsapp kedua di smartphone kamu. Klik “Next” setelah selesai.
screenshot_20170104-214001
7. Kemudian masukkan kode 6-digit yang dikirim ke nomor yang kamu masukkan barusan.
8. Upload gambar Profile picture dan tulis nama yang kamu mau. Kemudian klik “next”.
screenshot_20170104-221113
Dan sekarang kamu sudah bisa menggunakan 2 account whatsapp yang berbeda dalam 1 smartphone. Setiap kali kamu mau mengakses account whatsapp kedua, kamu perlu membukanya melalui parallel space.
Baca selengkapnya

Wednesday, January 17, 2018

10 Aplikasi Keren yang di hapus dari Google Play Store




Aplikasi Google Play Store sudah tidak asing lagi bagi kamu tentunya. Sebuah aplikasi berupa toko aplikasi, Disana kamu bisa mendownload beragam jenis game yang seru dan pastinya kamu akan menyukainya. Didalam Google Play Store tersebut sudah banyak sekali aplikasi yang sudah didaftarkan disana. Ada jutaan Aplikasi yang terdapat di toko google play store. Perlu kamu ketahui bahwa, ada beberapa aplikasi keren yang tidak ada di Google Play Store. Aplikasi terlarang yang tidak ada di google play store ini pastinya akan membuat kamu penasaran untuk segera mengetahuinya.

1. OG Instagram
OG Instagram merupakan aplikasi yang bisa menyimpan berbegai kebutuhan kamu di instagram loh. Seperti menyimpan foto, Mute suara video, fitur zoom foto di instagram yang akan lebih mudah tentunya dan masih banyak lainnya sob.
OG Instagram
OG Instagram
Mungkin OG Instagram adalah aplikasi yang bisa sangat membantu kamu untuk kebutuhan kamu di instagram.

2. Y Music
Y Music
Y Music
Fitur yang paling dinantikan hadir di YouTube adalah kemampuan musik pada background. Akan tetapi, Fitur ini hanya hadir di Youtube Red dan harus berlangganan. Dibalik itu juga, Kamu bisa memutar musik dari Youtube di background dengan aplikasi terlarang ke 2 ini yaitu Y Music. Aplikasi ini berbeda loh dari aplikasi pemutar musik lainnya, Aplikasi Y Music ini memungkinkan kamu bisa streaming semua musik yang ada di youtube. Selalin bisa diputar pada background, Musik yang kamu suka pun bisa di unduh dengan mudahnya pada aplikasi Y Music ini loh sob.

3. Fildo
Fildo
Fildo
Aplikasi teralarang selanjutnya adalah Fildo. Aplikasi terlarang Fildo ini adalah sejenis Spotify Premium Versi Gratis! loh sobat zones pedia. Serius ? ya ,pasti nya kamu bisa mengakses dan mengunduh jutaan lagu yang ada dari berbagai penyedia konten musik di internet. Jadi, Tidak heran jika aplikasi ini terlarang di google play store.

4. Popcorn Time
Popcorn Time
Popcorn Time
Aplikasi Popcorn Time bisa dibilang aplikasi Netflix versi gratis loh. Pasalnya, pada aplikasi android keren yang terlarang ini kamu bisa menonton ribuan film box office, TV, Anime secara free alias gratis. Jadi kamu bisa menikmati semua itu tanpa bayar dan tanpa berlangganan.

5. Adguard
Adguard
Adguard
Apa kamu tau kalau iklan itu bisa menyedot kuota hingga 80% (depan puluh persen) ? yups, Dengan aplikasi Adguard kamu bisa menghilangkan iklan di android dengan mudah tanpa perlu kamu root smartphone kesayangan kamu. Tidak hanya dapat menghemat kuota saja, Adguard juga berguna untuk melindungi smartphone android kamu loh dari virus Malware.

6. Lucky Patcher
Lucky Patcher
Lucky Patcher
Lucky patcher merupakan aplikasi terlarang berikutnya. Bagi kamu yang mau menggunakan aplikasi ini, Kamu harus root terlebih dahulu smartphone android kamu yah. Pasalnya, aplikasi ini akan membuat kamu memudahkan untuk Patch berbagai aplikasi yang terinstall di smartphone kamu. Mudahnya menggunakan aplikasi ini, Kamu dapat Hack aplikasi yang berbayar loh sob. Tidak salah kalau google play store melarang aplikasi ini di toko aplikasinya.

7. Mobdro
Mobdro
Mobdro
Kamu suka menonton Televisi ? kalau iya, dengan aplikasi terlarang Mobdro kamu bisa bisa dengan mudahnya mengakses semua channel TV Keren yang ada di luar negri secara free alias gratis tanpa biaya apapun, Seperti HBO, CN | Catoon Network, CWN, atau ESPN. Kamu tidak perlu lagi berlanggan tv berbayar di Pertelevisian di Indonesia. Jadi, Tidak heran kalau aplikasi ini terlarang di google play store.

8. WiFi Kill
WiFi Kill
WiFi Kill
WiFi Kill merupakan aplikasi terlarang yang sangat cocok buat kamu yang suka berburu Wi-Fi Gratis. WiFi Kill memungkinkan kamu untuk mematikan koneksi Wifi milik orang lain yang terhubung di jaringan yang sama. Sehingga kecepantan internet kamu menjadi lebih stabil dan meningkat karena berkurang nya pemakai wifi di jaringan yang sama tersebut.

9. VideoMix
VideoMix
Video Mix
Aplikasi berikut nya adalah aplikasi Video Mix, Yang merupakan sebuah sumber yang sangat ampuh untuk streaming acara televisi faforit kamu loh dan juga film online. Dikarenakan hukum disetiap negara mengenai permasalahan streaming konten adanya hak cipta.Maka dari pada itu, Aplikasi tersebut tidak diperbolehkan masuk ke Google Play Store. Jika kamu sudah menemukan acara TV atau film yang ingin ditonton, Kamu hanya perlu memilih situs streaming yang kamu inginkan. Selain itum ada juga tombol yang mengintegrasi IMDB ke dalam aplikasi. Jadi tidak heran bukan kalau aplikasi ini terlarang ?

10. Black Mart Alpha
Black Mart Alpha
Black Mart Alpha
Aplikasi Black Mart Alpha merupakan aplikasi penyedia berbagai aplikasi lainnya untuk bisa di unduh. Pada aplikasi ini kam bisa mengunduh berbagai aplikasi dan games berbayar yang gratis untuk di unduh loh sob. Andai saja aplikasi terlarang black mart alpha ini dimasukan kedalam google play store, pasti akan seru banget dapat mencoba aplikasi yang berbayar secara gratis alias tanpa bayar.
Baca selengkapnya

Saturday, January 13, 2018

Remix OS atau Phoenix OS Bagusan mana ya ?

Perbandingan Remix OS dan Phoenix OS

"Menentukan yang Terbaik diantara yang Baik"

 hari ini saya akan review lagi tentang dua buah OS Android x86 sekaligus!. Tapi, sebenernya lebih ke membandingin yang mana yang lebih bagus sih, itupun menurut pengalaman. Karena

"Pengalaman adalah guru yang terbaik :)"

Maka dari itu, saya akan membandingkan antara Remix OS dan Phoenix OS dari berbagai aspek. Untuk yang mau tau detailnya di sini Review Ulasan Phoenix OS Indonesia Okedeh langsung aja ya 

Overview

Seperti yang kita tau, Remix awalnya memakai OS mereka pada device buatan mereka sendiri, yakni Remix Mini yang berbentuk sebuah genggaman yang bisa langsung dioperasikan sebagai android PC dengan cara menyambungkannya kepada monitor dan juga mouse. Dengan alat sekecil ini, bisa menyimpan banyak kegunaan, keren yaa.

Lalu untuk Phoenix OS, mereka tidak memproduksi device seperti halnya Remix Mini. Mereka lebih fokus kepada pengembangan OS yang free kepada multi device seperti, Tablet, PC, dan juga mereka lebih meruncing juga ke smartphone.

Minimum Requirement (Compatibility)

Dalam minimal kemampuan device yang dibutuhkan, karena kita lebih fokus kepada PC, maka kita akan melihat untuk bagian PC.

Phoenix OS
Computers with Intel x86 processor and internal storage of more than 2G from the past five years.

Remix OS
  • 2 GHz dual core processor or better
  • 2 GB system memory
  • Minimum 8 GB of free hard drive space
  • Internet access is helpful

Jika dilihat dari penjelasan System Requirements, maka remix os menjelaskan sangat detail di sana, minimum processor, ram, juga storage. Sedangkan Phoenix OS hanya mencantumkan Processor dan storage, mungkin akan menjadi perdebatan apakah ram 500MB bisa menjalankan OS ini tanpa ada masalah? Kita lihat saja


Installation

 Disini akan dibandingkan bagaimana penginstallan dari kedua Android OS yang saling bersaing ini. Oke kita mulai list dari Phoenix OS


Phoenix OS

Jika kalian lihat di webnya Phoenix OS, maka kalian akan melihat  dua pilihan instalasi yakni,
- Exe (akan otomatis terinstall dari Windows yang siap pakai nantinya)
- Iso (menjadikan bootable)


Remix OS

Berbeda dengan Phoenix OS, jika dilihat dari web Remix OS, maka kalian melihat ada dua pilihan tipe, yakni 64bit yang support UEFI, dan 32 bit support Legacy. Pilihan instalasi mereka hanya satu, yaitu sebuah exectable yang akan mengesktrak paket-paket android dari ISO yang kemudian akan diinstall di boot berikutnya.

Jika dilihat dari segi instalasi, maka Phoenix OS akan mengungguli karena cara penginstallan yang terbilang cukup mudah karena hanya satu file executable dan semua ada di tangan. Sedangkan Remix OS tentu akan cukup sulit untuk orang-orang awam yang ingin sekedar mencoba.

Fitur- fitur

Kemudian, kita beralih ke perbandingan dalam segi fitur, oke akan kita list di bawah ini:

Desktop                 : 
- Remix OS dengan tampilan seperti WIndows yang minimalis dan elegan ditambah wallpaper keren pegunungan asli dari Remix OS.

- Phoenix OS juga tampil dengan adopsi dari Windows. Hampir sama dengan Remix OS.

Button                    : 
- Remix OS sebagai Android PC tentunya akan menyediakan tombol button sebagai khas android smartphone yakni back, home, ataupun recent apps. Remix OS mempunyai button di sebelah kiri, tepat sebelah start menu. Mungkin akan sedikit pangling ketika ingin menekan start menu malah tertekan tombol button :(.

- Phoenix OS juga tidak mau kalah, mereka juga punya button, tapi di sebelah kanan. Tentu akan memudahkan bagi user Windows yang telah terbiasa menekan ujung kanan bawah sebagai pintasan menuju home (desktop)

Start Menu              :
- Remix OS memiliki start menu yang cukup mirip dengan WIndows dan ada fitur drag and drop yang sangat memudahkan penggunaan sehari-hari, ditambah fitur hold untuk beberapa pilihan diganti menjadi klik kanan.

- Phoenix OS juga memiliki start menu yang hampir mirip dengan Remix OS, namun mereka menemukan sisi lain mereka, yakni dengan menambahkan mode full screen start menu layaknya Windows 8 yang mungkin akan sangat variatif bagi sebagian orang.

Ethernet                   :
- Keduanya sama- sama memiliki Ethernet yang hampir sama tak ada pembeda

Key Mapping            :
- Remix OS memiliki Key mapping yang berguna untuk memainkan game yang punya lebih dari satu area sentuh. Mereka baru meluncurkannya saat versi 2.0.

- Phoenix OS juga tidak kalah, mereka punya Key Mapping yang sama, sebagai saingan hampir tidak diketahui kapan pastinya mereka merilis fitur ini, namun yang pasti adalah mereka saling berkembang dan terus berinovasi.

Browser                    :
- Remix OS mempunyai browser bawaan yaitu Chrome dari Google. Sudah terbukti bagaimana lancarnya browser Chrome ini. Kelebihannya adalah Chrome switcher yang akan mengubah mode tampilan Chrome yang tadinya tampilan PC menjadi Mobile, keren kan :).

- Phoenix OS punya browser bawaan yang berasal dari lokal sebagai ketaatan pada pemerintah China untuk menggunakan produk lokal, yakni Stardust Browser, sama seperti Chrome namun tidak punya Chrome Switcher. Saking taatnya, awalnya Phoenix OS tidak terbundle dengan Play Store yang akan membantu untuk mencari aplikasi baru.

phoenixos-desktop
Desktop dan Start Menu Phoenix OS


Performa

Nah, bagian ini mungkin yang kalian tunggu yaa gaes. Oke kita masuk ke segi performa dari OS Android Remix OS vs Phoenix OS Perbandingan Performa. Menurut pengalaman yaa. saya menguji ini dengan PC spek seperti ini:


Nah, kita mencobanya dengan beberapa aplikasi untuk mengetes performa dari Phoenix OS maupun Remix OS, maka didapatkan seperti ini listnya:

File Transfer                      : Lancar keduanya

Styling and Appearancing : Lancar keduanya

Office, Learn, and Work    : Lancar keduanya

Browsing                           : Lancar di Phoenix OS sempat Hang di Remix OS

Play Store                         : Sempat keluar sendiri di kedua OS tanpa pemberitahuan, tapi aplikasi yang sedang installing tetap terinstall.

Antutu Benchmark            : Di Remix OS mendapat Score 98K dengan spek di atas, sedangkan Phoenix OS mendapat 91K :(.

Kondisi Hardware             :  CPU overheating no, tapi di Remix OS, CPU Fan terkontrol fast dengan sendirinya

Social Media                     : Keduanya lancar, tapi untuk Remix OS, Instagram tidak bisa melihat story

Social Media(Multitask)     : Lancar smooth di Phoenix OS tapi Freeze lalu restart di Remix OS :(

Gaming!!                            : Lancar di keduanya, game apa saja, COC, Get Rich, Mobile Legends, Asphalt 8, dll Tentunya  dengan fitur Key Mapping yang memudahkan :).

coc-on-phoenixos
COC di Phoenix OS


Kesimpulan

Nah, di bagian ini saya bakal nyimpulin hasil review perbandingan antara Remix OS vs Phoenix OS Mana Yang Lebih Baik?

Dari Segi Overview, mungkin Remix OS lebih unggul  karena mereka lebih banyak mengembangkan OS ini di banyak device termasuk device buatan mereka sendiri. Kemudian, dari penjelasan Minimum System Requirement, maka Remix OS akan unggul kembali karena penjelasan yang cukup Cleared membuat orang tidak bingung.

Selanjutnya, di bagian Installation, sepertinya Remix OS harus mengalah karena kemudahan dan kepraktisan dari Phoenix OS dalam hal penginstallan akan membuatnya menjadi pemenang dalam bagian ini. Namun, mereka berdua harus sama- sama bertahan karena dalam bagian fitur- fitur mereka unggul di beberapa aspek. Untuk performa, khususnya bagi kalian yang suka gaming akan terlihat Antutu yang sangat besar dari Remix OS, namun dengan score yang cukup besar pula Phoenix OS dapat membawa PC dengan spek di atas dengan cukup stabil, maka diambillah Phoenix OS.

Pemenang dari perbandingan ini adalah:

T   I    D    A   K        A     D    A

 Kenapa tidak ada? karena menurut pengujian di atas, hasilnya adalah seri :). Ditambah mereka berdua ini masih dalam tahap pengembangan yang membutuhkan waktu untuk rampung atau Final Stable.

Maka pilihan ada di tangan anda, keberuntungan juga bermain di sini, device sama, spek sama tidak selalu menghasilkan sesuatu yang sama. Maka pilihlah dengan bijak :)

 Oke, sekian. Semoga review ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kalian sebagai referensi Android x86 terbaik.

Baca selengkapnya

Review Phoenix OS Android untuk Desktop PC Alternatif Remix OS

Phoenix OS

Review Phoenix OS Android untuk Desktop PC Alternatif Remix OS – Beberapa waktu yang lalu Remix OS merilis Remix OS 2.0 for PC versi Alpha untuk Developer. Remix OS membutuhkan USB Flash minimal 8GB dengan USB versi 3. Setelah diuji coba dengan USB Flash dengan USB versi 2, Remix OS tidak mau booting karena kemampuan write USB tersebut kurang dari 10 MB/detik. Terpaksa kamu harus membeli USB Flash dengan USB versi 3 dan jangan lupa Laptop atau PC kamu tersedia port USB 3.0.
Nah ternyata ada Android untuk PC lain alternatif dari Remix OS yang berasal dari negeri Tirai Bambu yaitu Phoenix OS. Phoenix OS untuk PC ternyata sudah mencapai versi beta dengan versi 1.0. Remix OS dan Phoenix OS sama-sama menggunakan core dari projek open source yaitu Android X86. Phoenix OS 1.0 beta menggunakan Android Lollipop versi 5.1.0, kernel Linux versi 4.0.9 64 Bit, Mesa 11.0.7 3D Grafis dengan dukungan OpenGL ES 3.0. Kamu bisa mengunjungi halaman resminya di phoenixos.com.

Persiapan

Disini kami memcoba me-review Phoenix OS yang berhasil kami boot dan melakukan beberapa uji coba di Laptop berprosesor AMD APU E2 E450 dengan RAM 4GB dan Grafis AMD Radeon 6320. USB Flash yang kami gunakan berukuran 16 GB dengan USB 2.0.

Instalasi ke USB Flash Disk

Berbeda dengan Remix OS yang dapat menggunakan software Unetbootin untuk menginstal pada USB Flash. Phoenix OS telah menyediakan software tersendiri untuk menginstalnya pada USB Flash. Software tersebut bisa kamu download disini, hanya tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows. Sayangnya software tersebut berbahasa Mandarin ðŸ˜€ . Tapi software tersebut sudah kami coba tanpa masalah.

Phoenix OS USB Maker
Phoenix OS USB Maker
Berikut langkahnya
  1. Format terlebih dahulu USB Flash kamu dengan format FAT 32
  2. Buka software USB Maker yang telah kamu download.
  3. Pilih ROM Phoenix OS 1.0 untuk PC yang telah kamu download (langkah 1)
  4. Pilih drive USB Flash kamu (langkah 2)
  5. Klik tombol pada langkah 3 tujuannya untuk membagi partisi secara otomatis. Secara default dia akan membagi 2 partisi dengan format FAT 32 sebagai instalasi sistemnya dan partisi dengan format EXT2 sebagai Data.
  6. Klik tombol langkah 4 untuk memulai instalasi, jika kamu yakin tekan Yes.
  7. Tunggu hingga instalasi selesai, restart komputer dan coba boot melalui USB Flash.

Review

Awal booting kamu harus memilih bahasa yang akan kamu gunakan. Bahasa yang tersedia hanya 2 yaitu Mandarin dan Bahasa Inggris (AS). Jika kamu paham Mandarin silakan pilih Mandarin jika tidak pilih Bahasa Inggris saja. Phoenix menyarankan untuk connect ke internet, jika tidak silakan skip saja.
Desktop Phoenix OS mirip dengan Chrome OS atau Remix OS dengan desain material. Tersedia start menu untuk kamu memilih aplikasi yang ingin dijalankan, taskbar dan mendukung multi-window. Pada sudut kanan bawah kamu bisa menemukan icon tray untuk melihat status baterai, internet, sound juga notifikasi.




Phoenix OS
Phoenix OS

Secara default aplikasi yang terpasang yaitu Stardust (browser), File Manager, CZTextEditor, Security (pengaturan location, aplikasi, baterai), Settings, Camera, Calculator, Gallery (foto), Calculator, Clock, Calendar, Email, Music, WPS Office, 360 (App Store), Voice Recorder dan Notes.




Phoenix OS Apps
Phoenix OS Apps

Browser Stardust menggunakan kode sumber dari Chromium, tampilannya persis dengan Chrome yang dioptimalkan untuk perangkat sentuh. Scroll menggunakan mouse terasa terbalik karena browser tersebut menggunakan reverse scrolling yang dioptimalkan untuk layar sentuh. Seharusnya jika menggunakan mouse reverse scrolling tidak aktif, diaktifkan jika menggunakan touchpad atau layar sentuh. Entah kenapa ketika memutar video di Youtube tidak bisa dijalankan yang seharusnya sudah mendukung HTML5. Secara default browser Startdust telah terpasang Ad block.


Startdust Browser
Startdust Browser

Toko aplikasinya menggunakan 360 buatan China, sulit untuk membacanya tanpa kemampuan bahasa Mandarin. Sayangnya tidak ada satupun aplikasi Google seperti Google Play Store, Gmail, Chrome dan sebagainya. Jika kamu ingin menginstal aplikasi kamu bisa men-downloadnya sendiri misalnya di APK Mirror. Kamu tidak bisa menjalankan aplikasi yang membutuhkan Google Play Service karena secara default tidak tersedia.



Twitter Apps and Phoenix OS App Store
Twitter Apps and Phoenix OS App Store

Aplikasi default yang tersedia tanpa masalah jika di resize dan fullscreen namun beberapa aplikasi yang diinstall sendiri terkadang tidak mendukung resize jadi teks dan tampilannya tidak beraturan. Caranya restart kembali aplikasi tersebut agar tampilannya normal kembali.

Kesimpulan

Kami tidak menemukan banyak informasi dari Phoenix OS ini, karena beberapa dokumentasi berbahasa Mandarin.
Berbeda dengan Remix OS yang membutuhkan USB Flash sebesar 8GB dengan USB 3.0. Phoenix OS bisa kamu coba dan dijalankan menggunakan USB Flash biasa dengan port USB 2 minimal 4GB saja. Kami telah mencobanya tanpa kendala yang berarti.
Ketika booting pada Remix OS  kamu bisa memilih Guest mode atau Resident mode. Guest mode artinya segala perubahan yang kamu lakukan di komputer tidak akan disimpan. Resident mode secara otomatis setiap perubahan akan tersimpan, artinya akun login kamu atau aplikasi yang kamu simpan akan tetap ada ketika kamu restart atau booting kembali. Secara default pada Phoenix OS akan menjalankan resident mode.
Karena ini buatan China tentu pembuatnya harus tunduk kepada kebijakan dan hukum di negara disana. Pemerintah China terkenal dengan kebijakannya mendukung untuk menggunakan produk lokal. Secara resmi Google belum masuk kembali ke China sejak Google meninggalkan China. Sebenarnya Google tidak benar-benar meninggalkan China, dikabarkan bahwa Google akan kembali ke China tahun ini dengan membawa layanan Google Play Store.

Pengembang Remix OS telah merilis hardware mereka sendiri seperti tablet dan laptop mereka sendiri. Pendirinya sendiri didirikan oleh 3 mantan karyawan Google. Remix OS telihat lebih menjanjikan, mereka akan memastikan semua aplikasi Google berjalan sempurna di Remix OS.

Menurut pendapat kamu bagaimana? Berikut ada video yang dibuat oleh Liliputing


Update (5 Mei 2017)

Lama tidak update, ternyata PhoenixOS sudah mendapat memiliki versi Android paling baru yaitu Android 7.1. Cara instalasi ke USB Flash Disk nya pun lebih mudah dan telah menggunakan Bahasa Inggris. Kamu bisa memilih berkas EXE atai berkas ISO, disarankan kamu memilih berkas EXE. Berikut langkahnya
  • Jalankan berkas EXE (PhoenixOSInstaller_v2.0.3.106.exe) yang telah kamu download sebagai administrator, caranya klik kanan berkas EXE nya dan pilih run as administrator
  • Kamu bisa memilih tipe instalasi memasangnya ke USB atau Harddisk. Disarankan kamu untuk mencoba instalasi ke Flash Disk (Write t0 U Disk) jika kamu belum mem-backup harddisk kamu atau siap jika data kamu tiba-tiba hilang.
  • Jendela baru akan terbuka silakan klik install dan jangan lupa pilih Data Size disesuaikan dengan ukuran flash disk kamu
  • Tunggu hingga selesai dan coba boot melalui USB Flash Disk
Baca selengkapnya